“Kita boleh pandai setinggi langit, tapi selama kita tidak menulis, Kita akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Nyobaaaaaa... ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...
Sudah lama pakne pingin nyari buku tentang ini ...karena merasa ada yang ganjil dengan cara dan doktrin yang di tanamkan kepada anggota anggotanya.Termasuk haram bersentuhan dengan sesama muslim yang notabene adalah saudara sendiri ...( Aneh gak ya ..,sampai sampai membangun masjid aja di kampung orang kampung tidak boleh membantu dalam proses pembangunannya ,,,)
Kalau gak salah pernah baca referensi dari MUI dan Kejaksaan Agung RI Sbb :
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat: Bahwa ajaran Islam Jamaah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 06 Rabiul Awwal 1415H/ 13 Agustus 1994M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Ketua Umum: K.H. Hasan Basri, Sekretaris Umum: H.S. Prodjokusumo).
Fatwa Majelis Ulama DKI Jakarta: Bahwa ajaran Islam Jamaah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu adalah memancing-mancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan negara. (Jakarta, 20 Agustus 1979, Dewan Pimpinan Majelis Ulama DKI Jakarta, K.H. Abdullah Syafi¡’ie ketua umum, H. Gazali Syahlan sekretaris umum).
Pelarangan Islam Jamaah dengan nama apapun dari Jaksa Agung tahun 1971: Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: Kep-089/D.A./10/1971 tentang: Pelarangan terhadap Aliran- Aliran Darul Hadits, Djama¡’yah jang bersifat/beradjaran serupa. Menetapkan: Pertama: Melarang aliran Darul Hadits, Djama¡’yah Qur’an Hadits, Islam Djama¡’yah, Jajasan Pendidikan Islam Djama¡’yah (JPID), Jajasan Pondok Pesantren Nasional (JAPPENAS), dan aliran-aliran lainnya yang mempunyai sifat dan mempunjai adjaran jang serupa itu di seluruh wilajah Indonesia. Kedua: Melarang semua adjaran aliran-aliran tersebut pada bab pertama dalam keputusan ini jang bertentangan dengan/ menodai adjaran-adjaran Agama. Ketiga: Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan: Djakarta pada tanggal: 29 Oktober 1971, Djaksa Agung R.I. tjap. Ttd (Soegih Arto).
Teks pidato Staf Ahli Menhan Bidang Ideologi dan Agama, Mayjend TNI Ir. Soetomo, SA (Jakarta, 12 Februari 2000): “Beberapa contoh aliran sempalan Islam yang bisa membahayakan aqidah Islamiyah, yang telah dilarang seperti: Lemkari, LDII, Darul Hadis, Islam Jama¡’yah.”
Ketua Komisi fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Ma’ruf Amin menyatakan, Fatwa MUI: LDII sesat. Dalam wawancara dengan Majalah Sabili, KH Ma’ruf Amin menegaskan: Kita sudah mengeluarkan fatwa terbaru pada acara Munas MUI (Juli 2005) yang menyebutkan secara jelas bahwa LDII sesat. Maksudnya, LDII dianggap sebagai penjelamaan dari Islam Jamaah. Itu jelas!” (Sabili, No 21 Th XIII, 4 Mei 2006).
Bukti-bukti kesesatan LDII atau Islam Ja’maah ini sudah sangat banyak dan sangat faktuil. Kalau kita bertanya pada “Mr. Google” saja, akan kita dapatkan bukti-bukti yang banyak di antaranya berasal dari kalangan mereka sendiri. Bahkan “Putera Mahkota” dari Imam LDI, Madigol Nurhasan, yang bernama Bambang Irawan telah lama insyaf dan kembali ke jalan yang benar dan sekarang berbalik menjadi “juru bicara utama” soal kesesatan jamaah ini.
Buku-buku LPPI tentang bahayanya jamaah in pun sudah banyak ditulis. Di antaranya “Bahaya Islam Jama’ah, Lemkari, LDII (1999); Akar Kesesatan LDII dan Penipuan Triliunan Rupiah (2004), dan sebagainya.
Semoga Allah SWT selalu membukakan hati kita semua ....
Berikut cara penyebaran ajaran LDII :
Dalam tahap permulaan
kepada calon pengikut (pemuda, pelajar, mahasiswa dll) yang masih awam dalam
pemahaman agama, pertama-tama diberikan pelajaran agama Islam seperti biasa,
yaitu : pelajaran Tauhid, Fiqh, akhlak dan lain-lain yang bersumber langsung
dari Al-Qur'an dan hadits yang diterjemahkan. Kemudian dihafalkan dan
didiskusikan sehingga benar-benar dapat dihayati. Pelajaran ini diberikan secara
kekeluargaan, santai dan bebas dari sesuatu ikatan dan biaya apapun. Disinilah
letak kelihainya para mubaligh LDII yang begitu rajin mengadakan pendekatan
dengan calon-calon anggotanya. Apalagi dakwah mereka itu pertama kali dakwah
biasa yang tidak kelihatan penyimpangannya. Maka sudah barang tentu bagi
kalangan muda dan orang-orang awam yang sedang haus akan kecintaan Islam, akan
cepat menerima dan merasa sreg dengan aliran ini, ditambah lagi aliran ini
berpenampilan yang kelihatan serius dalam agama.
Pengikut-pengikut yang
sudah mengerti dan dapat membaca hadits, Al-Qur'an serta terjemahannya dengan
baik dan dihafalkan, diharuskan menyampaikannya (dakwah) kepada teman-teman
dekat yang belum memasuki pengajaran aliran ini.
Dalam tahap berikutnya,
setelah para pengikut tertarik (pada umumnya setelah menamatkan satu buku atau
setelah belajar sekitar 6 bulan sampai 1 tahun) barulah mereka dibai'at
(mengucapkan sumpah setia) kepada Amirul Mu'minin mereka secara langsung atau
melalui amir-amir wakilnya ditempat. Inilah awal dari diikatnya anggota baru
dengan ikatan yang kuat dan kokoh yang tidak mudah setiap orang akan lepas
darinya kecuali hanya atas taufik dan hidayah Allah semata.
Setelah itu kepada
mereka anggota yang telah dibai'at, sedikit-demi sedikit diajarkan hadits-hadits
dan ayat-ayat Al-Qur'an yang artinya dipahami dengan cara mereka sendiri
menguatkan kelompok LDII. Mereka menggunkan hadits-hadits yang lemah atau
ayat-ayat yang ditafsirkan menurut kemauan kelompok jama'ah aliran LDII. Sampai
setingkat ini mereka anggota baru itu sudah terikat kepada :
Keharusan patuh/taat
(sumpah setia) kepada imamnya atau Amirul Mu'minin beserta segala wakil-wakilnya
(amir atau pemimpin daerah).
Ketentuan tidak boleh
menerima ilmu agama dari luar kelompok jama'ahnya. Hanya ilmu yang dari imam
jama'ahnya saja yang diterima.
Keyakinan bahwa mereka
sudah terjamin masuk surga, dan terjamin bebas neraka menurut imamnya.
Ketiga pokok pengajaran
yang penting tersebut yang membuat seseorang menjadi terikat tidak diberitahukan
ketika masih permulaan dan belum dibai'at. Disinilah letak kelihaian dan
kecerdikan aliran ini. Maka hati-hatilah bagi kita semua, barang kali jama'ah
aliran ini telah masuk ke dalam keluarga kita. Jika telah masuk ke keluarga kita
maka virus pemahaman menyimpang segera akan menyebar dan menjadi bencana dalam
keluarga.
Semoga para jama?ah
LDII menyadari akan kekeliruan dan penyimpangan ajarannya dan kembali kepada
ajaran yang lurus. Dan semoga kita selalu mendapat taufik dan hidayah-Nya karena
hanya atas pertolongan, taufik dan hidayah Allah SWT kita dapat beribadah
kepada-Nya dengan benar dan diridhai-Nya, amin.
Cerita ini saya ambil dari blog kang moechlis ...saya copas karena cerita ini merupakan kisah kemuliaan dari baginda Rasulullah SAW.Betapa mulia akhlaq dan perilaku beliau ....sungguh tepat bila beliau merupakan panutan buat seluruh umat ....Ya Nabi ...Salam 'alika ....
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.”
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW yang dihinanya setiap hari. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu pun kebiasaan Rasulullah yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.” “Apakah Itu?,” tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana,” kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, ”Siapakah kamu?” Abubakar RA menjawab, ”Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).” ”Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu.
”Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, ”Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”
Mendengar penjelasan Abubakar RA, seketika itu juga pengemis itu meledak tangisnya, sangat menyesal, dan dalam basahnya air mata ia berkata, ”Benarkah itu? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia, begitu agung…. ”
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.[sumber : http://moeflich.wordpress.com]
Pagi yang cerah sekitar pukul 06.00. Seperti biasa, petani itu mengeluarkan kerbau dari kandangnya untuk pergi membajak sawah. Dari pagi hingga siang mereka asyik bekerja sama mengaduk-ngaduk lumpur sawah. Pukul 11.30, datang istri sang petani membawa makan siang suaminya: nasi bakul, ikan asin, sambel dan lalab. Petani itu asyik makan dengan lahapnya, sementara si kerbau sahabatnya istirahat tak jauh darinya. Tepat pukul 12.00, terdengar suara sayup-sayup mengudara dari kejauhan. Si kerbau tidak mengerti dan bertanya pada juragannya itu. “Hhooaa….. (suaranya besar). Gan, suara apa tuh sayup-sayup enak sekali?”
“Itu suara adzan.”
“Adzan itu apa?”
“Itu seruan memanggil orang Islam untuk shalat.”
“Shalat itu apa?” Tanyanya lagi.
“Shalat itu menyembah Allah, Tuhan pencipta alam. Orang Islam melaksanakannya 5 kali sehari.”
“Ooh…” kata si kerbau.
“Agan, orang Islam?” tanyanya lagi.
“Iya Islam.” Kata petani itu cuek.
“Agan suka shalat?”
Sambil tersipu ia menjawab: “Ooh …tidak!”
“Sama dengan saya.” Kata si kerbau kalem.
Mereka meneruskan lagi kerja. Jam 14.30 mereka selesai. Ketika sedang beres-beres, terdengar lagi suara lantunan orang dari kejauhan yang juga enak didengar. Tapi kali ini suaranya lain. “Gan, suara apa lagi tuh? Kok beda dengan yang tadi!”
“Ooh… kalau itu orang membaca Qur’an.”
“Qur’an itu apa?”
“Kitab suci petunjuk hidup umat Islam.”
“Agan suka membacanya?”
“Kebetulan tidak. Mana sempat! Siang gini kan kerja. Malam cape.”
“Sama dengan saya.” Kata si kerbau lagi kalem. Mereka pun pulang.
Jam 18.30 sehabis magrib, dari speaker masjid dekat rumah petni itu terdengar suara orang bicara panjang lebar. Si kerbau bertanya lagi. “Gan, kalau itu suara apa? Itu orang ngomong apa?”
“Itu pengajian di masjid.”
“Pengajian itu apa?”
“Itu orang sedang mendalami agama.”
“Bagus ya Gan?”
“Iya bagus.”
“Agan suka datang ke pengajian?”
“Kebetulan tidak. Setiap hari sibuk bekerja seperti tadi.”
“Sama dengan saya.”
Esok harinya, saat si petani lahap makan siang karena lapar, si kerbau membuka percakapan. “Gan!” Katanya. “Apa?” “Walaupun binatang, saya juga ciptaan Tuhan. Rasanya, saya ingin juga mengenal Tuhan yang telah memberi saya hidup, nafas, tenaga dan makan. Tapi, apalah artinya. Saya hanya seekor kerbau. Rasanya ingin saya menyembah-Nya, berterima kasih kepada-Nya, bersyukur dan beribadah seperti orang-orang di masjid itu. Tapi, mana sempat, saya kerja terus setiap hari. Waktu habis untuk kerja. Malam cape. Saya seolah tidak ada waktu untuk mendekati Tuhan untuk beribadah kepada-Nya.”
Merasa ada yang membenarkan kesibukannya, si petani buru-buru menjawab:
“Sama dengan Saya.”
Si kerbau termenung: “Eemh… ternyata banyak manusia seperti saya. Wujudnya saja manusia, hakekatnya kerbau. Tak ada bedanya. Seperti binatang, waktunya habis hanya untuk kerja cari makan. Kesibukan jadi alasan untuk melupakan Tuhan. Banyak manusia memang tak tahu diri. Sudah mulia jadi manusia, eeh… kesadarannya tak lebih dari kerbau.”[]
Dalam sebuah konferensi iblis, setan dan jin ditetapkanlah empat hal: Pertama, iblis, setan dan jin tidak dapat melarang kaum muslimin pergi beribadah ke mesjid. Kedua, mereka tidak dapat melarang kaum muslimin membaca al-Qur’an dan mencari kebenaran. Ketiga, mereka tidak dapat melarang kaum muslimin mendekatkan diri kepada Tuhan mereka, Allah SWT dan pembawa risalah-Nya Muhammad SAW. Keempat, pada saat kaum muslimin melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan Iblis, Setan dan Jin akan lemah dan lumpuh.
Oleh karena itu, konferensi menetapkan, biarlah umat Islam tetap pergi ke mesjid, biarlah mereka melakukan kebiasaan mereka, tetapi CURI WAKTU MEREKA, ini kata kunci kita, sehingga mereka tidak punya waktu lagi untuk mendekatkan diri kepada Allah.
“Inilah yang akan kita lakukan!” kata pimpinan konferensi.
“Alihkan perhatian mereka dari usaha mendekatkan diri kepada Allah dan awasi terus kegiatan mereka sepanjang hari.”
“Bagaimana kami melakukannya?” Tanya peserta konferensi lainnya.
“Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, ciptakan budaya agar mereka selalu sibuk dalam urusan dunia,” kata sang Iblis.
“Rayu mereka agar suka belanja, belanja dan belanja. Berhutang, berhutang dan berhutang.”
Iblis melanjutkan, “bujuk para istri agar bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 -7 hari dalam seminggu, 11 – 12 bulan dalam setahun sehingga mereka merasakan jiwa mereka hampa, hati mereka gersang dan hidup ini sangat kosong walaupun mereka mengaku Muslim dan suka beribadah. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu berkumpul bersama anak-anak mereka.”
“Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, mereka akan merasa bahwa rumah mereka bukanlah tempat yang nyaman untuk kembali sepulang bekerja. Ciptakan dan dorong terus cara berfikir seperti itu agar mereka tidak mendapat ketenangan di rumah.”
“Pikat mereka untuk membunyikan radio dan kaset selama mereka berkendaraan. Dorong mereka untuk menyetel TV, CD, VCD dan PC di rumah mereka sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di rumah-rumah, di semua restoran dan toko-toko setiap hari. Ciptakan lingkungan yang jauh dari suasana agama. Hal ini akan mempengaruhi hati dan pikiran mereka sehingga jiwa mereka rusak dan rusak pula lah hubungan mereka dengan Allah dan rasul-Nya. Penuhi meja-meja rumah mereka dengan bacaan-bacaan yang banyak menyita waktu. Cekoki mereka dengan berbagai gosip setiap hari. Serang mereka denga berbagai iklan-iklan di televisi, radio, koran, majalah dan di jalanan sampai mereka banyak membeli yang sesungguhnya mereka tidak perlu. Dorong agar mereka menghidupkan budaya konsumtif. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.”
“Muat gambar-gambar wanita cantik. Buka aurat mereka, perlihatkan kelangsingan tubuh dan kulit yang mulus, di majalah, TV dan iklan untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada isteri-isteri mereka.”
“Bila para istri atau suami merasa lelah dan jenuh, giringlah mereka untuk datang mencari hiburan ke kafe-kafe, pusat-pusat hiburan dan belanja. Jangan sampai mereka datang ke masjid, ke pengajian, ke ustadz/kiyai nanti mereka jadi jauh dari kita.”
“Buatlah kegemaran dan ketergantungan pada makanan modern yang bermerk, yang bergengsi, yang sedang trend, fastfood, yang secara tak disadari akan merusak kesehatan mereka. Jauhkan mereka dari makanan-makanan alami. Ciptakan pandangan bahwa makanan yang alami (seperti umbi-umbian dan tumbuh-tumbuhan) itu ketinggalan zaman, kampungan dan seterusnya. Ini strategi kita menyerang mereka dari sisi makanan. Ketika mereka akan memakan sesuatu, lupakan ingatan mereka dari halal, haram dan syubhat. Buat mereka tidak sempat memikirkan itu.”
“Ingat!” kata Iblis bersemangat, “makanan punya pengaruh kuat terhadap jiwa. Jiwa itulah yang akan kita rusak tanpa mereka sadari. Inilah jalan yang bisa kita lakukan.”
“Jangan lupa, ciptakan dalam fikiran mereka bahwa sumber kebahagiaan itu adalah UANG… UANG… dan UANG sehingga mereka terus mencarinya dengan menghalalkan segala cara. Ciptakan kesenangan itu pada HARTA, BENDA, POPULARITAS dan KEKUASAAN. Habiskan waktu mereka untuk mencari dan mandapatkan itu semua.”
“Buatlah para isteri menjadi sangat letih pada malam hari. Buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para isteri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luar. Inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga. Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka mengajarkan anak-anak mereka tentang pentingnya shalat.”
“Sibukkan mereka terus menerus sehingga tidak lagi punya waktu untuk mendalami agama dan mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Kosongkan hati mereka. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop. Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK, DAN SIBUK. Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”
“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan, kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”
Para iblis, jin dan setan pada berteriak gembira:
“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL… RENCANA YANG BAGUS….!!!!
“Ingat!” pimpinan konferensi kembali menegaskan, “Sekali lagi saya mengingatkan. Biarkan mereka menjalankan agama mereka: pergi ke masjid, shalat, pengajian, dan membaca Al-Qur’an. Tapi, pengaruhi hati dan fikiran mereka dari sisi lain. CURI WAKTU MEREKA dan ALIHKAN PERHATIAN MEREKA. Dari sisi itu kita bisa masuk dan cara itulah yang ampuh untuk menjalankan misi kita. Biarkan mereka seperti taat beragama tetapi sesungguhnya jiwa, cara hidup dan cara berfikir mereka jauh dari agama.”
Iblis, setan dan jin kemudian pergi menyebar dengan penuh semangat melakukan tugas untuk membuat kaum muslimin menjadi lebih sibuk dalam urusan dunia, mencari kesenangan, pesta dan hura-hura. Dan, hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturrahmi dan saling mengingatkan akan agama, kebenaran, Allah dan rasul-Nya.
(Ini rahasia setan sudah dibocorkan. Masihkah kita akan terlena oleh kehidupan ini? Masihkan kita akan terus nonton TV, mendengarkan musik tak henti-henti, terus-terusan mengisi waktu dengan hiburan? Akankah kita yang jauh dari Allah ini, yang hidup dihabiskan untuk mencari uang, kerja dan kerja tak habis-habisnya, mengejar kesenangan dan urusan dunia lainnya, masih akan menganggap keadaan kita “biasa-biasa saja”?)
Moeflich Hasbullah
Diedit lagi dari EKO RISANTO/bs,
dari sebuah mading masjid di Sliyeg, Indramayu.
“Aku menangis tidak sanggup menahan air mata membaca kisah ini. Betapa berat perasaan ini saat sang Nabi Agung dicabut ruhnya oleh sang malakul maut, bergetar perasaan menahan haru, dan betapa besar cinta Rasulullah Muhammad SAW pada umatnya. Tidak ada pemimpin di dunia ini seagung beliau. Allahumma shalli ‘ala Muhammad …!!”
a
Fatimah binti Rasulullah sedang diliputi kesedihan karena ayah tercintanya sedang dilanda sakit, tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam, kemudian berkata: “Bolehkah aku masuk?” tanyanya. Tanpa mengetahui siapa orang itu, Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.
Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini wahai kekasih Allah?” Tanya Jibril lagi. “Wahai Jibril, khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan…, berakhirlah hidup sosok manusia agung dan mulia yang telah menyinari kehidupan dengan cahaya petunjuk itu, yang telah membawa umat manusia dari kegelepan kepada cahaya dan keselamatan. Mampukah kita mencintainya seperti beliau mencintai kita?
“Allaahumma Shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Al faatihi lima ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa wanaashiril haqqi bil haqqi walhaadii ilaa shiraathal mustaqiimi wa’alaa aalihi wa shahbihi haqqa qadrihi wa miqdaarihil azhiimi…”
“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami tercinta, Nabi Muhammad SAW, yang telah membuka apa yang tertutup dan menutup semua risalah sebelumnya. Penunjuk ke jalan yang benar, penghancur kebatilan dengan cara yang hak, dan pembela yang hak dengan cara yang hak pula. Limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepadanya, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan kepada umatnya yang dicintainya hingga akhir zaman, Amin.”
Betapa besar cinta Rasulullah kepada kita. Apa yang sudah kita lakukan sebagai wujud kita mencintainya?[](diedit dari anonimous)
Bukti Petunjuk dan Jenis Peristiwa serta Lokasi Bencana Pada Tahun 2012
(Quran and 2012: Evidence Hints At Event Types and Locations of 2012 Catastrophe)
Oleh: Ali Adams
Mereka yang memilih untuk mengabaikan bukti tanpa mengevaluasi terlebih dahulu tidak layak untuk bertahan hidup. Evaluasilah, cek dan cek kembali, dan kemudian berkontribusi dengan yang lain untuk menyelamatkan dunia. Jika kita benar-benar peduli tentang kemanusiaan, maka kita harus memperhatikan peringatan yang serius dari Allah Yang Maha Penyayang dan memperingatkan orang-orang sekarang sebelum terlambat.
Quran dan 2012
Bilangan Prima adalah Kunci
Quran dan Bilangan-bilangan Prima
Sama seperti bilangan-bilangan prima yang digunakan dalam tulisan-tulisan rahasia (kriptologi), Kitab Suci Islam, Quran dibangun di atas bilangan prima seperti yang ditunjukkan oleh jumlah ayat (7), kata (29) dan huruf (139) dan Surah pertama yang menakjubkan bernama The Opener (atau Kunci/al-Fatihah).
Ketiga bilangan prima ini (7, 29, 139) bukan merupakan bilangan prima akan tetapi mereka disebut sebagai Bilangan Prima Aditif (Aditive Prime Numbers) jumlah digit bilangan prima mereka juga (7 = 7, 2+9 = 11,1+3+9 = 13) dan jumlah digit ini jumlahnya prima juga (7+11+13 = 31).
Terlebih lagi, menggabungkan ketiga bilangan prima ini dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri juga menghasilkan bilangan prima aditif (729139 dan 139297 dengan jumlah angka 31 seperti yang dinyatakan di atas).
Bahkan nama kitab suci, Quran (Artinya Dapat Dibaca) sengaja dipilih untuk menunjukkan bahwa walaupun kitab suci itu sudah disandikan menggunakan bilangan prima, tetapi masih dapat dibaca. Inilah sebabnya mengapa Tuhan menantang kita untuk menulis satu bab seperti itu jika kita dapat.
NB: Ada alasan seperti yang Anda akan melihat selanjutnya, mengapa saya beri warna merah angka 13 dan 31, karena mereka bukan prima aditif yang memberi kesan terdapat urutan lain untuk diikuti.
Quran dan Susunannya
Quran berisi 114 Surah dengan total 6236 Ayat. Surah pertama (Kunci/al-Fatihah) berjumlah 7 ayat dan disebut dalam Al-Qur'an secara terpisah sebagai "tujuh ayat yang sering diulang" sedangkan sisanya 113 Surah disebut sebagai Quran yang Agung.
“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung.”(QS al-Hijr 15:87)
Dengan pembagian berikut ini kita sekarang mendapatkan:
Quran = Kunci + Pesan
114 Surah = 1+113
6236 ayat = 7+6229
Sekali lagi angka-angka 113 dan6229 merupakan bilangan primaaditif (1+1+3=5 dan 6+2+2+9=19)
Bukti lebih jauh atas kebenaran pembagian ini dapat dilihat dalam surah ke-57 al-Hadid (Besi) dan rasio yang melimpah dari 113 unsur kimia di dalam alam. Rinciannya dapat dilihat di: [Quran.and.2012.pdf]
Quran dan Primalogy*
Menetapkan nilai-nilai ke huruf disebut numerologi, sehingga ketika saya mencoba untuk menggunakan sistem numerologi pra-Quran (Abjad Gematria) dengan 139 surat dari surat Al-Fatihah, saya kecewa mendapatkan total komposit GV = 10143.
Sebaliknya saya melakukannya dengan sistem baru berdasarkan nilai-nilai prima untuk menetapkan 29 huruf Arab dan mendapat total Nilai Primalogy PV = 8317 yang juga merupakan prima aditif (8+3+1+7 = 19)
Untuk jelasnya ini bukan merupakan hal yang kebetulan, saya menerapkan sistem baru ke dalam surah paling penting kedua dalam Quran (surah #112 /al-Ikhlas/Keesaan Allah) dan mendapatkan bilangan prima aditif yang kedua dengan dan tanpa "Bism Allah Ar-Rahman Ar-Rahiim" menegaskan statusnya sebagai ayat bernomor (ayat di awal tidak sama seperti angka dalam Surah Kunci). [4201, 4+ 2+ 0 +1 = 7] dan [3167, 3+ 1+ 6+ 7 = 17].
Menerapkan primalogy ke dalam surah-surah lain tidak menimbulkan bilangan prima aditif lagi, jadi tujuan primalogy tidak untuk mengkonfirmasi konsistensi Quran namun untuk membuka pesan tersebut (113 surah) menggunakan primalogy (atau yang serupa).
Quran dan 2012
Jadi saya mulai menulis sebuah perangkat lunak open source QuranCode (QuranCode open source software), untuk menyelidiki hubungan ini lebih lanjut, dan ketika mencari tanda tempat yang mudah terlihat dalam Quran secara manual, langsung menemukan sebuah ayat yang sering diulang-ulang (ayat yang sangat terkenal juga) dalam surah # 55 (ar-Rahman -Yang Maha Penyayang)
Quran ar-Rahman 55:13
أعوذ بالله من الشيطن الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
بِأَىِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS ar-Rahman 55:13)
Persisnya ada 31 kali pengulangan dari ayat ini dalam surah yang sama di tempat-tempat berikut (nomor ayat)
Ayat-ayat lain di surah ini adalah 47 yang juga merupakan prima aditif (4+7 = 11) namun tidak relevan (sekarang).
Sementara 31 bukan sebuah prima aditif (hanya sebuah prima normal), mungkin 31 yang ditemukan di dalam Kunci menunjuk dan sama dengan angka 13. Juga bisa diabaikan untuk saat ini, karena tidak penting dalam kaitan untuk menemukan 2012.
Melihat kepada 31 nomor ayat ini, tidak semua bilangan prima utama apalagi aditif, 9 bilangan prima dan 22 komposit. Satu-satunya fakta positif untuk menarik dari ini adalah menggabungkan 22 dan 9 (bahasa Arab ditulis dari kanan ke kiri) menghasilkan prima aditif (2+2+9 = 13) tetapi sekali lagi tidak penting untuk menemukan 2012.
Apa yang sesungguhnya penting dan mendalam melainkan penjumlahan dari bilangan-bilangan ayat ini:
Kita ketahui bahwa kalender Islam saat ini adalah tahun 1431AH, kemudian 1433 merupakan sebuah aspiran yang mungkin menjadi referensi kita kepada tahun Hijriah 1433AH (== 2012AD). NAMUN bagaimana kita bisa membuktikannya?
Allah, yang Maha Penyayang tidak membiarkan kita untuk menebak sebagaimana Dia membuat surah ini ar-Rahman # 55 (Yang Maha Penyayang) terdiri dari 355 kata (termasuk diawali Bism Allah yang Ar-Rahman Ar-Raheem) yang PERSIS sama dengan jumlah hari penanggalan Islam dalam satu tahun (Hijriah) berdasarkan kalender lunar.
Jika tidak cukup, tahun lunar bisa berjumlah 354 atau 355 hari saat tahun kabisat dan memeriksa kalender untuk tahun 1433AH, ternyata memang tahun kabisat. Lihat: http://www.islamicfinder.org/Hcal/hdate_year.php?year=1433&base=h menunjukkan hari-hari setiap bulannya berikut ini: 30+29+30+30+29+30+30+29+30+29+30+29 = 355 hari.
Waktu-waktu Kejadian 2012
Oleh karena itu, 355 kata-kata dalam surah ar-Rahman # 55 (Yang Maha Penyayang) sesuai dengan tahun 1433AH yang berjumlah 355 hari Islam dalam hubungan satu- dengan yang lainnya.
Seperti ayat di atas terdiri dari 4 kata (فبأى ءالاء ربكما تكذبان) dan diulang 31 kali, maka Tuhan, Yang Maha Penyayang mungkin memperingatkan kita dalam surah ar-Rahman/Yang Maha Penyayang mengenai 31kejadian yang masing-masing akan berlangsung selama 4 hari.
Oleh karena itu, dengan izin Allah peristiwa pertama akan terjadi pada hari ke-44 tahun Islam 1433AH yaitu pada tanggal 1433-02-14 ~ = 7-Jan-2012 dan kejadian terakhir akan berlangsung pada hari ke-349 yaitu pada tanggal 1433-11 -23 ~ = 4-Nov-2012.
Tapi sementara AH singkatan dari "Setelah Hijrah" atau setelah migrasi Nabi (Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan keluarganya) dari Mekkah ke Madinah, kalender Islam dimulai pada hari pertama tahun migrasi, bukan pada hari migrasi itu sendiri 2 bulan dan 8 hari kemudian. Itu berarti perhitungan kami di atas bisa lambat 2×29,58 = 67 hari.
Setidaknya, sekali peristiwa pertama terjadi, maka semua 30 peristiwa lainnya akan diprediksi dengan tepat.
Jenis Peristiwa Apa Yang Diperkirakan Akan Terjadi Pada 2012
Peristiwa apa saja yang diperkirakan akan terjadi. Tidak seorangpun yang tahu kecuali Allah Azza wa Jalla, Dia Yang Maha Rahman memberikan petunjuk berupa tanda-tandanya:
1. Hujan Meteor sebagaimana huruf ke-1433 dari Quran berarti kata jatuh (batu dari langit)
“Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS al-Baqarah 2:24)
2. Hukuman yang tidak ringan dalam kata ke-1433 dalam Quran:
“Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” (QS al-Baqarah 2:86)
3. Mereka yang membuat dusta terhadap Allah tidak akan pernah mewarisi menurut Quran ayat ke-1433
Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung". (QS Yunus 10:69)
Itu bisa berarti apakah saya berbohong dan semua bilangan prima aditif di sini untuk menyesatkanku, Allah mengharamkannya, dalam hal ini saya mencari perlindungan kepada Allah dari kesesatan diri sendiri, dan dengan tulus meminta pengampunan dan petunjuk kepada kebenaran, atau hukuman akan selektif dan hanya akan ditimpakan kepada para pembohong (1 dari 8 menurut Surah Kunci, yang lain adalah 1 dari 8 berperilaku baik dan 6 dari 8 hilang dan sesat).
Saya berharap kata penyelamat di sini adalah Katakanlah: yang berarti orang lain tidak penerima pesan.
Jika peristiwa ini benar-benar merupakan ancaman eksternal seperti hujan meteor, maka akan mudah untuk menemukan lokasi hujan meteor, karena masing-masing berlangsung selama 4 hari, dan akan menyapu bumi sepanjang lingkaran (lintang) empat kali bumi berputar 4 kali dalam 4 hari. Ini sudah termasuk kemiringan Bumi sebanyak 22,5˚.
Jadi lintang berapa? Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah sekali lagi tidak membiarkan kita bertanya-tanya, dan memberi kita dengan tepat 31 nomor yang berada tepat di tengah kisaran garis lintang 0-90.
Nomor berapa?
Mereka adalah nomor ayat yang sama di atas mulai dari 13 dan berakhir di 77 dimana kesenjangan 0 sampai13 adalah sama dengan jarak 77 sampai 90. Jadi garis lintang berikut merupakan lokasi masing-masing dari ke-31 peristiwa yang akan terjadi.
Kita bahkan bisa menduga bahwa titik pertama yang dihantam pada setiap peristiwa akan berada di bujur 54˚ berdasarkan nomor surah ar-Rahman #55 (menjadi 54 jika kita menggunakan Quran baru = Kunci + Pembagian Pesan). Tidak seperti garis lintang, garis bujur ditetapkan oleh orang, jadi kita akan mengganti mereka dengan membuat bujur 0˚ melewati Mekah dan bukan Greenwich.
Itu berarti Panjang ~ 39.8˚ menjadi 0˚ dan karena itu titik awal akan menjadi 54 + 39.8 ~= 94˚ dan ini merupakan sebuah tempat di Teluk Benggala menyapu Thailand, Vietnam, Philliphines,, ditengah-tengah dua Amerika, Afrika Tengah, Selatan Arabia, dan akhirnya India Selatan setelah hampir satu hari.
Sebagian besar garis lintang ini adalah 13N baik samudra terbuka atau tempat yang sedikit jumlah penduduknya, kemudian Allah, Yang Maha Penyayang memberikan kepada kita minimal 15 hari (4 hari untuk peristiwa pertama dan 11 hari tenggang waktu untuk peristiwa berikutnya), sebelum kejadian peristiwa kedua menghantam pada garis lintang 16. Lebih cepat kita memperingatkan orang-orang, semakin banyak kita menyelamatkan nyawa orang, tentu saja dengan izin Allah.
Mereka yang memilih untuk mengabaikan bukti dan tanpa mengevaluasi terlebih dahulu tidak layak untuk bertahan hidup. Evaluasi, cek dan cek kembali, dan kemudian berkontribusi untuk menyelamatkan dunia.
Berikut adalah konfirmasi lebih lanjut dari salah seorang teman peneliti saya (Aminreza Ibrahimi Saba) menunjukkan bahwa nilai primalogy dari ayat yang diulang (فَبِأَىِّءَالَاءِرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ) sebanyak 31 kali, yang sudah ditetapkan sebagai bilangan prima aditif (683 dengan 6+8+3 = 17) dapat juga 31 menunjuk kepada 4 hari peristiwa sebagaimana 683 adalah merupakan prima yang ke-124 dan 124 = 31× 4. Apakah hal ini kebetulan? Tuhan tidak bermain dadu dengan alam semesta.
Jika kita benar-benar peduli tentang kemanusiaan, maka kita harus memperhatikan peringatan yang serius ini dari Allah Yang Maha Penyayang dan memperingatkan orang-orang sekarang agar tidak terlambat.
Sementara itu kita meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk mempercepat Kedatangan Kedua penyelamat kita, Imam Al-Mahdi (Muhammad Abu Al-Qasim) dan Nabi Isa (damai untuk mereka berdua) lebih cepat daripada nanti dengan mengucapkan:
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).” (QS an-Naml 27:62)
Earthquake & Flood Projections Maps After the EVENT 2013
Allah Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segala sesuatu
Rasulullah saw bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari) Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun. Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar’i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan. Semuaitutanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad ’Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil. Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ”Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?” Wartawan itu berkata: ”Tidak”. Namun sang wartawandapatmerasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya. Bocah itu kembali berkata , ”Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?”. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ”Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan ’umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?” Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ”Terkadang aku kehilangan sebagian sholatkarenaketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.” Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ”Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?” Dia diam sesaat kemudian menjawab. Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”. Wartawab bertanya kembali, ”Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?” Muhammad tersenyum sambil menjawab, ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan : ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”. ”Apakah cita-citamu ?” tanya wartawan Dengan cepat Muhammad menjawab, ”Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”. ”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?” tanya wartawan lagi. Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ”Sesungguhnya gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”. Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ’Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin. Kemudian Muhammad meneruskan, ”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.” Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.” ”Apakah cita-citamu yang lain ?” tanya wartawan. “Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.” jawab Muhammad Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini. Muhammad berkata, ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.” ”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?” tanya wartawan lagi. Muhammad menjawab, “Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.” “Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?” tanya wartawan Maka dia menjawab dengan meyakinkan : “Tentu” ”Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?” Muhammad menjawab, ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.” ”Apakah engkau sholat di sekolahan ?” ”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?” Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.