Tampilkan postingan dengan label Mengenal Allah Lewat Akal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Allah Lewat Akal. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 September 2011

Kisah Seorang Anak ,Ayah dan Burung Gagak

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan
pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di
sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu
menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi
pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu
menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang
serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal
kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi
membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang
sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal
hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya
katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang
kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu
kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.
9
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba
seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan
bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku
menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi
rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si
Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau
telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya
memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.

PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti
kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi
diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.

Kamis, 16 Juni 2011

Tahnik Bayi Dan Kandungan Mukjizat Nabi

Sejumlah hadits tentang tahnik

Iman Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma' binti Abi Bakr

Dari Asma' binti Abu Bakr -semoga Allah meridhai keduanya- bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, "Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku dating ke madinah, aku turun di Quba' dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudianbeliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo'akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.


Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy'ariy, "Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma." dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: "maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku."

Penjelasan Ilmiah

Sesungguhnya kandungan zat gula "glukosa" dalam darah bayi yang baru lahir adalah sangat kecil, dan jika bayi yang lahir beratnya lebih kecil maka semakinkecil pula kandungan zat gula dalam darahnya.

Oleh karena itu, bayi prematur (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit:
  • Bayi menolak untuk menyusui; 
  • Otot-otot melemas; 
  • Berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan; 
  • Kontraksi atau kejang-kejang;
Dan terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti:
  • Insomnia; 
  • Lemah otak; 
  • Gangguan syaraf; 
  • Gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya; 
  • Kejang-kejang secara berkepanjangan dan kronis.
Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.
    Pembahasan

    Sesungguhnya perbuatan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam men-tahnik bayi-bayi yang baru lahir dengan kurma setelah dilumatkan dan kemudian memasukkannya ke mulut bayi, kemudian men-tahnik-nya (mengolehkan lumatan kurma di langit-langit mulut) adalah memiliki hikmah yang agung. Sebab, kurma memiliki kandungan gula "glukosa" dalam jumlah yang banyak, khususnya setelah dilumatkan dimulut sehingga bercampur dengan air liur, diman air liur mengandungs ejumlah enzim khusus yangbisa mengubah glukosa menjadi gula asal. Air liur juga bisa melumatkan zat-zat gula. Sehingga bayi yang baru lahir bias mencerna kurma lembut itu dengan baik.

    Dan karena mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk "glukosa" seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bias menjauhkan sang bayi -dengan izin Allah Subhannahu wa Ta'ala - dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.

    Sesungguhnya disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting yang sangat, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

    Dan sesungguhnya bayi yang baru lahir, apalagi jika lahir premature, tanpa diragukan lagi sangat membutuhkan solusi cepat, yaitu memberikan zat gula. Dan rumah sakit-rumah sakit pun kini memberikan kepada bayi dan anak-anak glukosa agar dihisap oleh sang bayi atau anak kecil langsung setelah lahir, kemudian baru setelah itu, mulailah sang ibu menyusuinya.

    Sesungguhnya hadits-hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang mulia yang berkenaan dengan tahnik menjadi pintu pembuka cakrawala pengetahuan dunia dalam hal menjaga dan merawat anak atau bayi, khususnya bayi lahir premature.

    Prematur adalah diantara penyakit yang sangat berbahaya, karena sang bayi memiliki kandungan kadar gula glukosa yang sangat kecil dalam darahnya. Jika diberikan kepadanya zat gula yang siap diserap olehnya, maka itu adalah solusi yang terbaik dan selamat dalam keadaan darurat semacam ini. Tahnik kurma juga sekaligus menjadi mukjizat kenabian Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam secara medis, padahal hal itu tidak pernah diketahui sebelumnya, baik pada zaman beliau hidup ataupun pada zaman-zaman sekarang, kecuali setelah dilakukannya sejumlah penelitian pada abad 20-an ini.


    Sumber: Makalah Dr. Muhammad 'Ali Al-Bari, dalam Majalah Al-I'jaaz Al-Ilmiy No. 04. (Abm)

    TAHUKAH ANDA ...Jasad Fir'aun Vs Ilmu modern

    Di dalam bukunya, “al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr Morris Bukay* menyingkap adanya kesesuaian antara informasi yang dipaparkan di dalam al-Qur’an mengenai nasib Fir’aun yang hidup pada masa nabi Musa (setelah ia tenggelam di laut) dan keberadaan jasadnya hingga hari ini sebagai tanda kebesaran Allah terhadap alam semesta ini. Dalam hal ini adalah firman Allah SWT, “Maka pada hari ini, Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak mempercayai kamu berdua.”(QS.Yunus:92)
    Dr Bukay melanjutkan, “Riwayat versi Taurat yang terkait dengan kisah keberangkatan bangsa Yahudi bersama Musa AS dari Mesir menguatkan analisa yang mengatakan bahwa Mineptah, pengganti Ramses II adalah Fir’aun Mesir di masa nabi Musa AS. Penelitian medis terhadap mummi Mineptah mengemukakan kepada kita informasi penting lainnya mengenai apa kemungkinan penyebab kematian Fir’aun ini.

    Sesungguhnya Taurat menyebutkan, jasad Fir’aun tersebut ditelan laut, akan tetapi tidak memberikan rincian mengenai apa yang terjadi setelah itu. Sedangkan al-Qur’an menyebutkan bahwa jasad Fir’aun yang dilaknat itu akan diselamatkan dari air sebagaimana yang tertera dalam ayat di atas. Pemeriksaan medis terhadap mummi ini menunjukkan, jasad tersebut tidak berada dalam waktu yang lama di dalam air sebab tidak ada tanda-tanda ia mengalami kerusakan (pembusukan) total akibat terendam lama di dalam air.**

    Dr Morris telah menyebutkan, “Hasil-hasil beberapa penelitian medis mendukung analisa terdahulu. Pada tahun 1975, di Cairo berhasil dilakukan pengambilan salah satu sampel organ tubuh berkat bantuan berharga dari Prof Michfl Durigon. Pemeriksaan yang sangat teliti dengan microscop menunjukkan kondisi utuh yang sangat sempurna dari objek penelitian itu. Juga menunjukkan bahwa keutuhan yang sangat sempurna seperti ini tidak mungkin terjadi andai jasad tersebut berada (tenggelam) di dalam selama beberapa waktu, bahkan sekali pun ia berada untuk waktu yang sekian lama di luar air sebelum dilakukan langkah pengawetan pertama.

    Kami sudah melakukan lebih dari itu dan menitikkan perhatian pada pencarian kemungkinan yang menjadi penyebab kematian Fir’aun di mana dilakukan penelitian medis legal terhadap mummi tersebut berkat bantuan Ceccaldi, direktur laboratorium satelit udara di Paris dan Prof Durigon.

    Dalam pengecekan itu, tim medis berupaya mengetahui sebab di balik kematian ‘ekspress’ akibat adanya memar di bagian tengkorak kepala…

    Jelaslah, bahwa setiap penelitian-penelitian ini sangat sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat di dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan bahwa Fir’aun sudah mati saat ombak menelannya.***

    Dr Bukay juga menjelaskan aspek kemukjizatan kisah ini dengan mengatakan, “Di zaman di mana al-Qur’an telah sampai kepada umat manusia melalui jalur Muhammad SAW, jasad-jasad setiap Fir’aun -yang di zaman modern ini orang-orang masih ragu apakah benar mereka memiliki hubungan dengan peristiwa keluarnya Musa AS ataukah tidak?- ternyata masih tersimpan di dekat beberapa kuburan di lembah raja-raja di Theeba di tebing lainnya dari sisi sungai Nil di hadapan kota al-Aqshar sekarang ini.

    Pada masa nabi Muhammad SAW, segala sesuatu tentang masalah ini masih misterius. Jasad-jasad ini belum tersingkap kecuali di penghujung abad 19 H.**** Dengan demikian, jasad Fir’aun Musa yang hingga saat ini masih dapat disaksikan dengan mata kepala dengan jelas dinilai sebagai persaksian materil atas jasad yang diawetkan milik seorang yang mengenal Musa AS, melawan semua permintaannya bahkan melakukan pengejaran atas pelariannya lalu mati di tengah aksi pengejaran itu. Allah menyelamatkan jasadnya dari kepunahan total agar menjadi pertanda kebesaran Allah bagi umat manusia sebagaimana yang disebutkan al-Qur’an al-Karim.*****

    Informasi sejarah mengenai nasib jasad Fir’aun ini tidak ada dalam pengetahuan manusia mana pun saat al-Qur’an diturunkan bahkan sampai beberapa abad setelah turunnya padahal ia telah dijelaskan di dalam Kitabullah sebelum lebih dari 1400-an tahun lalu.
    WALLAHU A'LAM



    * Dokter berkewarganegaraan Perancis, ahli bedah dan termasuk dokter paling terkenal di Perancis. Ia memeluk Islam setelah melakukan penelitian secara mendalam terhadap al-Qur’an al-Karim dan kemukjizatan ilmiahnya
    ** al-Qur’an Wa al-‘Ilm al-Hadits, Dr Morris Bukay
    *** Kitab al-Qu’an Wa al-‘Ilm al-Mu’ashir, Dr Morris Bukay, (terjemah ke dalam bahasa Arab Dr Muhammad Khair al-Biqa’iy)
    **** Dirasah al-Kutub al-Muqaddasah Fi Dhaw’i al-Ma’arif al-Haditsah, Dr Morris Bukay, hal.269, Dar al-Ma’arif, Cet IV, 1977, dengan sedikit perubahan (dari asal versi bahasa Arabnya-red)
    ***** Ibid., 

    TAHUKAH ANDA ....Ternyata lalat bisa di bikin obat

    Nabi Bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
    Dalam rwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya" (HR. Ahmad, Ibn Majah)


    Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.

    Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan "usaha lalat" dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.

    Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang "hadits lalat ini" dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

    Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini. ( www.islamicmedicine.org )
    Minggu, 05 Juni 2011

    Al-quran Vs Injil dalam menjelaskan ilmu pengetahuan

    Disini Pakne mau BERBAGI tentang penjelasan Al-quran Vs injil dalam menjelaskan ilmu pengetahuan ...
    Video ini membandingkan perdebatan antara Dr.William cambel dan Dr.Zakir Naik dari India ....
    Monggo disimak dengan weninge Pikir ...jangan dengan emosi ya ....
    Sedikit cerita tentang biografi Dr.Zakir naik yang saya kutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Zakir_Naik
    Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani.[2] Ia bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Tahun 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan beralih di bidang dakwah atau proselitisme Islam[3]
    Naik mengatakan ia terinspirasi oleh late Ahmed Deedat[4] yang telah aktif di bidang dakwah selama lebih dari 40 tahun.[5] Menurut Naik, tujuannya adalah "berkonsentrasi pada remaja Muslim berpendidikan yang mulai meragukan agamanya sendiri dan merasa agamanya telah kuno"[6] dan adalah tugas setiap Muslim untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam untuk melawan apa yang ia anggap sebagai bias anti-Islam oleh media Barat setelah serangan teroris 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat[7] Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama[8] juga hal-hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam.[9] Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.[10][11][12]
    Thomas Blom Hansen, seorang sosiolog yang memegang posisi akademik di berbagai universitas, telah menulis bahwa gaya Naik mengabadikan Qur'an dan hadits dalam berbagai bahasa, dan bepergian ke berbagai negara untuk membicarakan Islam bersama para teolog, telah menjadikannya sangat terkenal di lingkungan Muslim dan non-Muslim. Meskipun ia biasa berbicara kepada ratusan hadirin, dan kadang ribuan hadirin, justru rekaman video dan DVD ceramahnya yang banyak didistribusikan. Perkataannya biasa direkam dalam bahasa Inggris, untuk disiarkan pada akhir pekan di sejumlah jaringan TV kabel di lingkungan Muslim Mumbai,[6] dan di saluran Peace TV, which he co-promotes. [1][13] Topik yang ia bicarakan mencakup: "Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern", "Islam dan Kristen", dan "Islam dan Sekularisme", di antara yang lain.[6]

    [sunting]Ceramah, Debat dan Kontroversi

    Naik telah mengadakan banyak debat dan ceramah di seluruh dunia, ia biasa mengadakannya di Mumbai, India, dan setiap tahun sejak 2007 ia memimpin "Konferensi Damai]] 10 hari di Somaiya Ground, Sion, Mumbai dengan cendekiawan lainnya, termasuk politikus Malaysia,Anwar Ibrahim pada 2008. [14]
    Tahun 2004, Naik mengunjungi Selandia Baru[15] dan kemudian ibu kota AUstralia atas undangan Islamic Information and Services Network of Australasia. Dalam konferensinya di Melbourne, menurut jurnalis Sushi Das, "Naik memuji superioritas moral dan spiritual Islam dan mencerca kepercayaan lain dan bangsa Barat secara umum", menambahkan bahwa kata-kata Naik "mendorong jiwa keterpisahan dan memperkuat pemisahan". [16]
    Bulan 1 April 2005, Naik terlibat dalam debat dengan William Campbell, topiknya ialah Islam dan Kristen dalam konteks ilmu pengetahuan, di mana keduanya membicarakan dugaan kesalahan ilmiah di dalam kitab suci.[17]
    Khushwant Singh, seorang jurnalis India, mengatakan bahwa kata-kata Naik "kejam" dan "mereka jarang masuk debat tingkat sarjana perguruan tinggi, di mana kontestan bersaing dengan yang lainnya untuk memperoleh nilai terbaik".[18][19]
    Analis politik Khaled Ahmed menganggap bahwa Zakir Naik, menurut klaim superioritas Islam terhadap keyakinan religius lain, mempraktikkan apa yang ia sebut Orientalisme mundur[20] Dalam sebuah ceeramah di Melbourne University, Naik mengatakan bwha hanya Islam yang memberikan wanita kesamaan sejati.[21] Ia menyatakan pentingnya penutup kepala dengan menganggap bahwa "pakaian Barat yang terbuka" membuat wanita lebih mungkin mengalami pelecehan seksual.[22]
    Tanggal 21 Januari 2006, Naik mengadakan sebuah dialog antaragama dengan Sri Sri Ravi Shankar. Acara ini mengenai konsep Tuhan dalam Islam dan Hinduisme, tujuannya ialah memberikan kesepahaman antara dua agama besar India, dan mengeluarkan kesamaan antara Islam dan Hinduisme, seperti bagaimana berhala dilarang. Diadakan di Bangalore, India dengan 50.000 orang memadati Palace Grounds.[23]
    Bulan August 2006, kunjungan dan konferensi Naik di Cardiff (Britania Raya) menjadi obyek kontroversi ketika MP (anggota parlemen) WalesDavid Davies meminta acaranya dibatalkan. Ia menyebutnya seorang 'penjual kebencian', dan mengatakan pandangannya tidak pantas memperoleh 'platform publik'; Muslim dari Cardiff, mempertahankan hak berbicara Naik di kota mereka. Saleem Kidwai, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Wales, tidak setuju dengan Davies, menyatakan bahwa "orang-orang yang mengenalnya (Naik) tahu bahwa ia adalah salah satu orang paling tidak kontroversial yang pernah ada. Ia berbicara tentang kesamaan antar agama, dan bagaimana kita harus hidup selaras dengan mereka", dan mengundang Davies untuk membicarakan lebih jauh dengan Naik secara pribadi di konferensi ini. Konferensi tetap berjalan, setelah dewan Cardiff mengatakan bahwa mereka senang apabila ia tidak berceramah dengan pandangan ekstremis.[24][25]
    Setelah sebuah ceramah oleh Paus Benediktus XVI bulan September 2006, Naik menantang debat publik langsung dengannya. Sri Paus menerima ajakan ini tapi dengan satu syarat: Zakir Naik harus berpedoman Al Quran bukan kitab suci yang diwahyukan secara langsung oleh Tuhan. Sebuah syarat yang langsung mementahkan ajakan debat itu sendiri.[26][27]
    Bulan November 2007, IRF mengadakan konferensi dan pameran Islam internasional 10 hari bertemakan Konferensi Damai di Somaiya Ground di Mumbai. Ceramah tentang Islam dilaksanakan Naik juga dua puluh cendekiawan Islam lainnya dari seluruh dunia.[28]
    Selama salah satu ceramahnya, Naik memprovokasi kemarahan di antara anggota komunitas Syiah di konferensi itu ketika ia menyebutkan kata-kata "Radhiyallah taa'la anhu" (berarti 'Semoga Allah mengampuninya') setelah menyebut nama Yazid I dan menyebutkan bahwa Pertempuran Karbala hanya berdasarkan politik.[29] Lainnya mempercayai komentar ini disengaja.[30]
    Dalam terbitan 22 Februari 2009, Indian Express membuat daftar "100 Orang India Terkuat 2009" di antara satu milyar penduduk India, Zakir Naik masuk peringkat 82. Dalam daftar khusus "10 Guru Spiritual Terbaik India", Zakir Naik ada di peringkat 3, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar, menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.
    Jumat, 04 Februari 2011
    Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.
    "Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Qur'an, 27:88)
    Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
    Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
    Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
    Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
    Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
    Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
    Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
    Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an. 

    BAGAIMANA KITA MELIHAT, MENDENGAR, DAN MERASAKAN?

    Tindakan melihat disadari secara progresif. Gugus-gugus sinar (foton-foton) berjalan dari obyek ke mata dan melewati lensa di depan mata yang membiaskan foton dan membalikkannya pada retina di belakang mata. Di sini, cahaya yang menimpa diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang dikirim oleh neuron ke suatu titik yang sangat kecil yang disebut pusat penglihatan di belakang otak. Sinyal listrik ini diterima sebagai suatu kesan di bagian tengah dalam otak setelah adanya serangkaian proses. Tindakan melihat sebenarnya terjadi di titik yang sangat kecil ini di bagian belakang otak, yang gelap gulita dan sepenuhnya tersekat dari cahaya.
    Sekarang, mari kita perhatikan lagi proses yang tampaknya biasa-biasa saja. Ketika kita mengatakan, "kita melihat", sebenarnya kita sedang melihat pengaruh rangsangan yang sampai pada mata kita dan dilanjutkan sampai pada otak kita, setelah pengaruh rangsangan itu diubah bentuknya ke dalam sinyal-sinyal listrik. Dengan kata lain, ketika kita mengatakan, "kita melihat", kita sebenarnya mengamati sinyal-sinyal listrik di benak kita.
    Semua kesan yang kita lihat dalam kehidupan kita terbentuk di pusat penglihatan kita, yang volumenya hanya beberapa sentimeter kubik di otak. Baik buku yang sedang anda baca maupun bentang tiada batas yang anda lihat ketika menatap cakrawala disesuaikan ke dalam ruang yang sangat kecil ini. Hal lain yang harus diingat, seperti yang telah kita catat sebelumnya, otak itu tersekat dari cahaya; bagian dalamnya sepenuhnya gelap. Otak tidak berhubungan dengan cahaya itu sendiri.
    R. L. Gregory memberikan penjelasan berikut tentang aspek melihat yang menakjubkan, sesuatu yang seringkali kita alami begitu saja:
    Kita amat mengenal penglihatan, sehingga diperlukan suatu lompatan imajinasi untuk menyadari bahwa ada masalah yang harus diselesaikan. Namun perhatikanlah. Kita diberi kesan-kesan sangat kecil yang terbalik di mata, dan kita melihat obyek kuat yang terpisah di ruang sekitarnya. Dari pola simulasi pada retina, kita mencerap dunia obyek, dan ini tidak aneh sama sekali.27
    Bundel-bundel cahaya yang datang dari suatu obyek menimpa retina secara terbalik. Di sini, kesannya diubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan dipindahkan ke pusat penglihatan di belakang otak. Karena otak tersekat dari cahaya, mustahil cahaya mencapai pusat penglihatan. Ini berarti bahwa kita memandang dunia luas yang terang dan dalam di suatu titik kecil yang tersekat dari cahaya.
    Situasi yang sama dengan itu terdapat juga pada semua indera kita yang lain. Suara, sentuhan, rasa, dan bau dikirim semuanya ke otak sebagai sinyal-sinyal listrik dan dicerap di pusat-pusat indera yang sesuai di otak.
    Indera pendengaran berfungsi dengan cara yang serupa dengan indera penglihatan. Telinga-luar memilih suara-suara melalui daun telinga dan mengarahkan suara-suara itu ke telinga-tengah. Telinga-tengah mengirimkan getaran suara ke telinga-dalam dan menguatkan suara-suara itu. Telinga-dalam menyalin getaran-getaran itu menjadi sinyal-sinyal listrik, yang kemudian mengirimkannya ke otak. Seperti halnya mata, tindakan mendengar akhirnya terjadi di pusat pendengaran dalam otak. Otak tersekat dari suara sebagaimana tersekat dari cahaya. Karena itu, betapapun berisiknya keadaan luar, bagian-dalam otak sepenuhnya hening.
    Namun demikian, suara-suara yang paling halus pun dicerap oleh otak. Sangatlah tepat bahwa telinga orang yang sehat mendengar apa saja tanpa suara berisik sekeliling. Dalam otak anda, yang tersekat dari suara, anda mendengar simfoni dari sebuah orkestra, mendengar suara-suara bising dari tempat yang ramai, dan menerima semua suara dalam rentang frekuensi yang lebar, dari desiran daun sampai deru pesawat jet. Akan tetapi, jika tingkat suara di otak anda diukur dengan alat sensitif pada saat itu, maka akan terlihat bahwa keheningan total berlaku di sana.
    Persepsi kita tentang bau terbentuk dengan cara yang sama. Molekul yang mudah menguap dipancarkan oleh benda-benda sepeti panili atau bunga mawar sampai ke reseptor dalam rambutnya yang lembut di bagian epitelium hidung dan terjadilah interaksi. Interaksi ini dikirimkan ke otak sebagai sinyal listrik dan diterima sebagai bau. Segala benda yang kita baui, disukai atau pun tidak disukai, hanyalah persepsi otak tentang interaksi molekul-molekul yang mudah menguap setelah diubah menjadi sinyal-sinyal listrik. Anda mendapatkan bau dari parfum, bunga, makanan yang anda sukai, laut, atau bau-bau lain yang anda sukai atau tidak anda sukai, di otak anda. Molekul-molekul itu sendiri tak pernah mencapai otak. Sebagaimana dengan suara dan pemandangan, yang mencapai otak anda hanyalah sinyal listrik. Dengan kata lain, semua bau yang telah anda anggap-sejak anda lahir-terdapat pada obyek-obyek luar ternyata hanya sinyal-sinyal listrik yang anda rasakan melalui organ indera anda.
    Begitu pula, ada empat jenis reseptor kimiawi di bagian depan lidah manusia. Hal ini ada hubungannya dengan empat rasa: asin, manis, asam, dan pahit. Reseptor-rasa kita mengubah persepsi ini ke dalam sinyal listrik melalui serangkaian proses kimiawi dan mengirimkannya ke otak. Sinyal-sinyal ini diterima sebagai rasa oleh otak. Rasa yang anda alami ketika anda makan buah-buahan atau sebatang coklat yang anda sukai ialah penafsiran sinyal-sinyal ini oleh otak. Anda tidak pernah mencapai obyek di alam luar; anda tidak pernah melihat, mencicipi atau merasakan coklat sendiri. Contohnya, jika syaraf rasa yang bergerak ke otak dipotong, maka rasa dari sesuatu yang anda makan tidak akan sampai ke otak anda; anda akan sepenuhnya kehilangan cita rasa anda.
    Dalam hal ini, kita sampai pada fakta lain: kita tidak pernah pasti bahwa yang kita alami ketika kita merasakan makanan dan yang dialami oleh orang lain ketika ia merasakan makanan yang sama, atau yang kita cerap ketika kita mendengar suara dan yang dicerap oleh orang lain ketika ia mendengar suara yang sama adalah sama. Lincoln Barnett berpendapat bahwa tiada seorang pun dapat mengetahui apakah orang lain mencerap warna merah atau mendengar not C dengan cara sama seperti dirinya sendiri.28
    Indera sentuh kita tidak berbeda dengan indera lainnya. Ketika kita menyentuh suatu obyek, semua informasi yang akan membantu kita dalam mengenali alam luar dan obyek-obyek itu dikirim ke otak oleh syaraf indera di kulit. Merasakan sentuhan itu terbentuk dalam otak kita. Berlawanan dengan keyakinan umum, tempat pencerapan indera sentuh kita tidak di ujung jari kita atau di kulit kita, tetapi di pusat persepsi-sentuh di otak kita. Dengan adanya penafsiran otak terhadap rangsangan elektris yang sampai ke otak dari obyek-obyek, kita mengalami obyek-obyek itu berbeda seperti keras atau lembut, panas atau dingin. Kami menguraikan semua rincian yang membantu kita mengenali obyek dari rangsangan-rangsangan ini. Berkenaan dengan hal ini, pemikiran dua filsuf terkenal, B. Russell dan L. Wittgenstein, adalah sebagai berikut:
    Contohnya, apakah jeruk benar-benar ada ataukah tidak dan bagaimana jeruk itu menjadi ada tidak bisa dipertanyakan dan diselidiki. Jeruk hanya terdiri dari cita rasa yang dirasakan oleh lidah, bau yang dibaui oleh hidung, warna dan bentuk yang dilihat oleh mata; dan hanya sifat-sifat inilah yang dapat diuji dan dinilai. Ilmu pengetahuan tidak akan bisa mengetahui dunia fisik.29
    Mustahil bagi kita untuk menjangkau dunia fisik. Semua obyek di sekitar kita merupakan kumpulan persepsi seperti penglihatan, pendengaran, dan penyentuhan. Dengan memproses data di pusat penglihatan dan di pusat sensorik lainnya, otak kita, sepanjang hidup kita, tidak bertentangan dengan "asal-usul" zat yang ada di luar kita, tetapi merupakan salinan yang terbentuk di dalam otak kita. Dalam hal ini kita tersesat bila menganggap salinan-salinan ini sebagai contoh zat-nyata di luar kita.

    25. Frederick Vester, Denken, Lernen, Vergessen, vga, 1978, p. 6
    26. George Politzer, Principes Fondamentaux de Philosophie, Editions Socialis, Paris, 1954, pp. 38-44
    27. R.L. Gregory, Eye and Brain: The Psychology of Seeing, Oxford University Press Inc., New York, 1990, p. 9
    28. Lincoln Barnett, The Universe and Dr. Einstein, William Sloane Associate, New York, 1948, p. 20
    29. Orhan Hançerlioglu, Düsünce Tarihi (Sejarah Akal), Istanbul: Remzi Bookstore, 6.ed., September, 1995, p. 447

    Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan


    "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (Al Qur'an, 24:40)

    Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:
    Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)
    Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.
    Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan "gelap gulita di lautan yang dalam" digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.
    Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…" mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.
    Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)
    Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur'an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah.


    Fakta Tentang Hujan

    Fakta lain yang diberikan dalam Al Qur’an mengenai hujan adalah bahwa hujan diturunkan ke bumi dalam kadar tertentu. Hal ini disebutkan dalam Surat Az Zukhruf sebagai berikut;

    "Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)." (Al Qur'an, 43:11)

    Kadar dalam hujan ini pun sekali lagi telah ditemukan melalui penelitian modern. Diperkirakan dalam satu detik, sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi. Angka ini menghasilkan 513 trilyun ton air per tahun. Angka ini ternyata sama dengan jumlah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu tahun. Hal ini berarti air senantiasa berputar dalam suatu siklus yang seimbang menurut "ukuran atau kadar" tertentu. Kehidupan di bumi bergantung pada siklus air ini. Bahkan sekalipun manusia menggunakan semua teknologi yang ada di dunia ini, mereka tidak akan mampu membuat siklus seperti ini.

    Per tahunnya, air hujan yang menguap dan turun kembali ke Bumi dalam bentuk hujan berjumlah "tetap": yakni 513 triliun ton. Jumlah yang tetap ini dinyatakan dalam Al Qur'an dengan menggunakan istilah "menurunkan air dari langit menurut kadar". Tetapnya jumlah ini sangatlah penting bagi keberlangsungan keseimbangan ekologi dan, tentu saja, kelangsungan kehidupan ini,..
    Bahkan satu penyimpangan kecil saja dari jumlah ini akan segera mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi yang mampu mengakhiri kehidupan di bumi. Namun, hal ini tidak pernah terjadi dan hujan senantiasa turun setiap tahun dalam jumlah yang benar-benar sama seperti dinyatakan dalam Al Qur’an.

    PARA PENYUSUN "TIPU MUSLIHAT" (Freemasonry)



    Propaganda yang terorganisasi melawan keimanan kepada Allah menunjukkan bahwa pergerakan ini didalangi dari pusat-pusat tertentu. Dengan kata lain, ada sejumlah pusat kekuatan yang sungguh-sungguh berupaya melunturkan iman masyarakat. Tidak mengejutkan, Allah dalam Al-Qur'an telah meminta perhatian kita pada kelompok-kelompok ini. Pada satu ayat, sekelompok orang yang dihukum dengan api neraka di Hari Akhir berteriak kepada pemimpin-pemimpin mereka yang telah menyebabkan mereka sesat di dunia, dan berkata:

    Tidak! Itu tipu muslihat (kalian) siang-malam tatkala kalian menyeru kami (terus-menerus) supaya kami kafir kepada Allah dan membuat sekutu-sekutu-Nya! (Surat Saba', 33)

    Kelompok-kelompok ini yang, dengan tipu muslihatnya yang terencana, menyeru kelompok-kelompok lain agar kafir kepada Allah telah muncul dalam sejarah di segala masa dengan nama dan kedok yang berlainan. Namun demikian, sifat dasar mereka selalu sama. Allah memaparkannya di Al-Qur'an sebagai "orang yang bermewah-mewah" (Surat al-Mu'minuun, 64) atau "pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya" (Surat al-A'raaf, 75), yang berarti bahwa orang-orang ini ialah kalangan hartawan kaya-raya, berkedudukan tinggi di masyarakat, dan memperlihatkan keangkuhan dan kesombongan karena harta-benda mereka. Dengan merasa bahwa keleluasaan mereka yang mereka renggut secara lalim dan menindas itu terancam oleh agama, mereka ingin menyingkirkannya. Karena inilah mereka menyusun "tipu muslihat" dengan tujuan memurtadkan kaum mereka.
    Tentu saja tidak mungkin ada definisi yang tunggal mengenai kekuatan-kekuatan yang terorganisasi semacam itu. Mereka menggunakan identitas dan bentuk yang berbeda di masyarakat yang berbeda. Akan tetapi, bila kita lihat sejarah pada tiga atau empat abad terakhir ini, kita dapati suatu organisasi internasional yang cocok dengan deskripsi ayat-ayat Al-Qur'an tersebut.
    Organisasi itu ialah freemasonry.
    Dalam hal ini kami kami juga perlu menekankan bahwa perjuangan global freemasonry dilaksanakan dan didukung oleh suatu pusat kekuatan yang disebut dalam Al-Qur'an: Yahudi. Kendati agama Yahudi adalah agama ilahi dan orang-orang Yahudi ialah penganut agama ini, mereka memainkan peranan, seperti yang kami sebut di atas, yang penting sekali dalam propaganda anti-agama yang diselenggarakan di segenap penjuru dunia. Ini terutama karena pengubahan Perjanjian Lama secara sewenang-wenang oleh pendeta-pendeta Yahudi dan penyisipan kepercayaan-kepercayaan takhyul ke dalam agama murni yang disiarkan oleh Nabi Musa. Dengan tidak lagi menjadi agama ilahi sebagai akibat dari pengubahan-pengubahan yang dilakukan oleh pendeta-pendeta Yahudi, Yahudi telah menjadi ideologi yang mendunia dan berlebih-lebihan. Pada puncaknya, kalangan Yahudi ultra-konservatif, yang menganggap agama sebagai konsep yang diperuntukkan bagi mereka saja, berpandangan bahwa Nasrani dan Islam merupakan "agama palsu" yang harus dibasmi. Di samping itu, peranan yang menarik ini menyebabkan mereka bertindak sebagai kekuatan yang berusaha sekeras-kerasnya menghapus semua agama dari dunia ini. Inilah alasan kerjasama antara Yahudi dan freemasonry.


    PERAN FREEMASONRY
    Dengan berakar di dunia Barat, yang kemudian menyebar ke mana-mana, organisasi rahasia ini selalu menjadi sumber pemikiran dan kegiatan yang anti-agama di setiap negara yang disusupinya.
    Suatu penyelidikan yang mendalami sejarah peperangan terhadap agama di segala negara di dunia selama beberapa abad terakhir ini mengungkapkan bahwa freemasonry selalu berada di pusat pergerakan semacam ini. Dalam hal ini, sejarah Eropa sungguh jelas sekali. Karena itulah pemimpin umat Katolik, Paus Leo XIII, menuding freemasonry dalam ensiklik terkenalnya, Humanum Genus (1884), yang memaparkan tujuan organisasi itu sebagai berikut:
    Pada masa kita, dengan bantuan dan dukungan dari perhimpunan yang disebut freemasonry, yang memiliki organisasi yang luas dan kuat, usaha-usaha dari mereka yang mengabdi kepada kekuatan hitam telah disatukan. Mereka tidak merasa perlu lagi menyembunyikan niat jahat dan perlawanan terhadap Tuhan Yang Mahasuci. Semua tujuan dan usaha para freemason mengarah ke satu maksud: menghapus semua tatanan sosial dan keagamaan Kristiani dan menegakkan suatu sistem aturan baru yang didasarkan pada prinsip-prinsip naturalisme dan pemikiran-pemikiran mereka sendiri.


    Analisis Paus yang dibuat pada akhir abad ke-19 ini mutlak benar. Bila kita perhatikan terbitan masonik mutakhir, kita lihat bahwa tujuan dasar organisasi ini adalah menghapus semua agama di masyarakat. Seorang pengikut freemasonry dalam pamfletnya menyatakan bagaimana agama bisa diberantas melalui "penyebaran ilmu-ilmu positivis ke masyarakat."
    Akhirnya, saya ingin berkata sebagai berikut: Misi Masonik dan paling humanistik yang merupakan tugas kita adalah mencegah peralihan dari nalar dan ilmu positivis, menyebarkannya dengan pengakuan bahwa inilah cara evolusi terbaik dan satu-satunya, dan mangajari publik dengan ilmu-ilmu positivis. Kata-kata berikut ini dari Ernest Renan sangat berharga: "Jika publik diajari dan dicerahkan dengan nalar dan ilmu-ilmu positivis, maka kepercayaan yang sia-sia terhadap agama akan lenyap."
    Di sini, yang dimaksud dengan "ilmu positivis" pada dasarnya adalah filsafat materialisme yang menolak segala hal yang tidak diperoleh dengan eksperimen dan observasi. Di sisi lain, misi freemasonry adalah memaksakan falsafah ini kepada orang-orang atas nama "ilmu" dan dengan demikian membinasakan kepercayaan agama semuanya. Teori evolusi sangat berperan penting dalam kampanye indoktrinasi ini, sebagaimana yang jelas dibuat di kutipan di atas. Freemasonry berpandangan bahwa mendorong kepercayaan masyarakat terhadap teori evolusi merupakan tugas terbesarnya.
    Hubungan keorganisasian ini merupakan faktor yang amat penting yang melandasi alasan mengapa teori evolusi maupun filsafat materialisme dan cabang-cabangnya dikembangkan dengan gigih di seluruh penjuru bumi. Organisasi freemasonry dan cabang-cabangnya berperan penting dalam propaganda sistematis para pendiri sistem filosofis yang beraneka ragam-kadang-kadang bahkan bertolak belakang-yang mengingkari keberadaan Allah itu semuanya orang-orang mason.

    PARA FILSUF MASON
    Sebagaimana kami sebut di atas, para pendiri sistem filosofis yang anti-agama sebetulnya merupakan bagian dari peperangan yang ditujukan terhadap agama secara sistematis. Karenanya, kita dapati bahwa sebagian besar filsuf yang mendirikan sistem-sistem ini merupakan bagian dari organisasi freemasonry, yang berdiri di tengah kancah pertempuran melawan agama.
    Dalam konteks ini, para filsuf yang segera menarik perhatian adalah para cendekiawan Perancis yang merupakan pelopor Revolusi Perancis. Orang-orang ini tidak hanya mengecam pemuka agama, tetapi juga menggerakkan perlawanan yang keras terhadap agama. Di antara mereka ialah Diderot, pengarang The System of Nature, yang diacu sebagai "Bibel Materialisme"; Voltaire, seorang materialis yang berapi-api dan penentang agama; Montesquieu, materialis radikal; Jean-Jacques Rousseau, yang menyusun sendiri suatu agama baru; dan para "Ensiklopedis", semuanya anti-agama dengan gigih. Sebuah alat propaganda mason Turki, majalah Mimar Sinan, menyebut individu-individu ini:
    Revolusi Perancis 1789 disipakan oleh para ideolog Mason. Deklarasi Hak-Hak Asasi Manusia yang menganut prinsip kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan ditulis dengan inspirasi dan tuntunan dari pakar-pakar kita seperti Montesquieu, Voltaire, Rouisseau, dan Diderot.
    Mason Magazine, yang juga diterbitkan oleh para Mason Turki, mencatat:
    Para pelopor yang mendobrak sistem feodal di Perancis dan memulai Revolusi Besar ialah Montesquieu, Voltaire, J.J. Rousseau, Diderot si pemuka materialisme, dan para Ensiklopedis yang berada di sekeliling mereka. Mereka semua orang-orang Mason.
    Ide-ide materialistik dan anti-agama yang kian berkembang pada masa seusai Revolusi Perancis itu mencapai puncaknya pada abad ke-19. Bila kita amati pemimpin-pemimipin pergerakan ini, lagi-lagi kita jumpai freemasonry.
    Di samping itu, perlu diperhatikan juga, terdapat banyak orang Yahudi di antara tokoh-tokoh itu. Ini menunjukkan, orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan para mason berusaha sekeras-kerasnya untuk melemahkan agama-agama samawi seperti Nasrani dan Islam; mereka menganut pandangan keduniaan yang materialis, yang menyediakan tujuan yang sama, dengan landasan filosofis.

    DI BALIK KEDOK SOSIALISME

    Sebuah kelompok eksentrik didirikan di Bavaria, Jerman selatan, pada 1776. Pendiri kelompok ini, yang menamakan diri "Illuminati" (Yang Tercerahkan), ialah seorang profesor hukum yang bernama Adam Weishaupt. Perkumpulan ini tertarik pada dua hal: perkumpulan ini sangat rahasia dan telah menyusun program politik yang amat ambisius bagi mereka sendiri. Pada program mereka yang ditulis oleh Weishaupt, dua tujuan pokok perkumpulan ini adalah sebagai berikut:
    1.Penghapusan semua kerajaan dan pemerintahan sistematik.
    2. Penghapusan semua agama yang berketuhanan (ilahi).
    Kelompok ini bersikap sangat memusuhi agama. Weishaupt ialah seorang freemason senior. Ia mengorganisasikannya secara sejalur dengan gaya keorganisasian tradisional masonik. Illuminati tumbuh dengan teramat cepat. Pada 1780, dengan keikutsertaan Baron Von Knigge, salah seorang pemimpin organisasi masonik Jerman terbesar, kekuatan kelompok ini meningkat pesat. Weishaupt dan Knigge meletakkan landasan bagi suatu revolusi di Jerman, sehingga sosialis hanyalah nama. Akan tetapi, ketika pemerintah membuka kedok mereka, Weishaupt dan Knigge dengan cerdik membubarkan perkumpulan ini. Kegiatan-kegiatannya dibaurkan ke dalam organisasi freemason reguler mereka. Pembauran ini berlangusng pada 1782.
    Pada awal 1800-an, didirikan sebuah kelompok baru di Jerman yang berusaha melestarikan tradisi Illuminati di Jerman. Nama perkumpulan ini adalah "Perkumpulan Orang-Orang Terjujur". Di kemudian hari, namanya berubah menjadi "Perkumpulan Para Komunis". Ketua perkumpulan ini hendak membuat program politik bagi kelompok ini dan dua orang pertama yang diminta untuk menulis program itu ialah dua orang cendekiawan komunis sejati: Karl Marx dan Freederick Engels! Keduanya menulis Manifesto Komunis atas perintah perkumpulan tersebut. Ajaran yang paling dikenal luas dari manifesto ini adalah bahwa agama itu "candu masyarakat" dan risalah ini berpandangan bahwa penyingkiran agama merupakan salah satu dari prasyarat "masyarakat tanpa kelas" yang ideal, yang dipandang sebagai satu-satunya harapan keselamatan manusia. Mesti diperhatikan bahwa Marx dan juga Engels ialah keturunan Yahudi.
    Dominasi orang-orang Mason dan Yahudi tersebut dalam pergerakan sosialis itu kemudian berlanjut. Sebagian orang Mason dan Yahudi yang memperjuangkan pergerakan sosialis ialah:
    Ferdinand Lasalle: Lasalle, seorang kawan dekat Marx, membela gagasan kediktatoran komunis revolusionis.
    Victor Adler: Sebagai tangan-kanan Engels, Adler mengerahkan banyak usaha untuk menyiarkan komunisme. Putranya, Friedrich Adler, menjadi ketua Partai Komunis Austria.
    Moses Hess: Dengan dilahirkan dari keluarga konservatif Yahudi, Hess ialah seorang sosialis dan teman dekat Marx. Ia juga seorang zionis yang fanatik. Ia mempelopori pergerakan zionis di Eropa dalam bukunya, Rome and Jerusalem, dan berusaha mendirikan negara Yahudi di Palestina. Ia juga pembela Darwinisme yang gigih sepanjang hayatnya.
    Giorgy Lukacs: Lukacs, seorang anggota keluarga Yahudi yang kaya, menulis banyak buku yang membela komunisme. Ia turut menyebarkan ideologi komunisme di kalangan pemuda. Ia seorang tokoh terkemuka dalam revolusi yang mengangkat komunisme ke kursi kekuasaan di Hongaria.
    Vladimir I. Lenin: Lenin, seorang Yahudi sebagaimana kebanyakan pemimpin pergerakan Bolshevik di Rusia, menjadi pendiri salah satu dari rejim toteliter yang paling berdarah di dunia.
    Herbert Marcuse: Herbert Marcuse, seorang putra dari keluarga Yahudi, menafsirkan kembali Marxisme dan menyiapkan landasan bagi pergolakan mahasiswa 1968. Ia mendorong pergerakan kemahasiswaan kiri yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan mengembangkan suatu ideologi anarkis yang menyebabkan-dan masih menyebabkan-kematian banyak pemuda.


    SUATU FILOSOFI DAN AGENDA TERSEMBUNYINYA

    Kala kita tengok sejarah filsafat, kita lihat terdapat banyak filsuf ateis dan anti-agama lain yang terkenal karena identitas masonik mereka. Di antara mereka ialah pemikir-pemikir seperti David Hume, Holdbach, Schelling, John Stuart Mill, Auguste Comte, the Marquis de Sade, dan sosiolog-sosiolog seperti Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Herbert Spencer, Sigmund Freud, Henry Bergson, dan Erich Fromm. Mereka semua keturunan Yahudi dan mereka semua berusaha keras menjauhkan masyarakat dari agama dan menegakkan suatu tatasosial dan tatamoral yang tidak religius sama sekali. Sudah barang tentu, Charles Darwin dan pandangannya memiliki posisi yang sangat istimewa di kalangan tokoh-tokoh ini.
    Hal yang amat perlu diperhatikan di sini adalah bahwa filosofi-filosofi kufur dan materialistik yang dihasilkan oleh para pemikir ini, dan oleh ribuan lainnya yang seperti mereka, melayani kepentingan politik dan sosial tertentu. Sebagaimana yang kami katakan di permulaan, alasan terpenting mengapa orang-orang mengingkari Allah adalah kegelisahan mereka akan agama, yakni agama yang merupakan hasil almiah dari keimanan kepada Allah. Dengan kafir terhadap kebenaran agama karena agama bertentangan dengan kepentingan mereka atau dengan kalangan yang mereka wakili, orang-orang ini mempunyai jalan lain, yaitu ateisme, dengan tujuan mendapatkan dukungan bagi mereka sendiri.
    Karena alasan ini, tanda-tanda keberadaan Allah yang gamblang tidak dilihat oleh orang-orang ini. Dengan kata lain, mereka tidak mau melihat ayat-ayat tersebut. Orang-orang ini berusaha mati-matian menghalangi keimanan terhadap keberadaan Allah dan mereka menyebarkan kekufuran ini ke masyarakat umum. Akhirnya, banyak yang terlihat tidak beriman kepada Allah atau sudah "melupakan" Dia seperti tersebut di Al-Qur'an (Surat at-Taubah, 67).
    Inilah mengapa kebanyakan orang menjalani kehidupan tanpa menghargai Allah sama sekali, mengira bahwa mereka hidup bebas dari Dia. Namun demikian, kita jangan terpedaya oleh "massa yang sombong" ini, karena Allah telah memberi tahu kita dalam Al-Qur'an bahwa kebanyakan manusia tidak beriman (Surat ar-Ra'du, 1). Ayat berikut ini juga mengingatkan kita mengenai persoalan tersebut:

    Kalau engkau ikuti kebanyakan orang di bumi ini, mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya prasangka. Mereka hanya menduga-duga tanpa dasar. (Surat al-An'aam, 116)

    Updates Via E-Mail